Radio Streaming Online

Edy suwarsito's. Diberdayakan oleh Blogger.

Matahari mendekati siklus Badai 11 Tahunan

Amerika- Matahari diprediksi akan mendekati siklus 11 tahunan yang dikenal dengan Badai matahari atau "Solar maksimum".
Puncak aktivitas Matahari ini kemungkinan akan terjadi pada tahun 2012-2015. Fenomena alam ini kemudian dikaitkan dengan prediksi Suku Maya yang menganggap dunia akan berakhir pada tahun 2012.
Seperti yang dikutip pada Independent, Walaupun akan terjadi badai matahari, tentunya tidak akan berakibat menghancurkan peradaban di Bumi.
    Bumi akan tetap aman dan terlindungi. Hanya saja efek fenomena ini akan membuat sistem komunikasi satelit dan radio dunia terganggu dan terjadi perubahan iklim yang sangat ekstrem.
"Matahari selalu beraktifitas dan memiliki siklus. Petunjuk pertama yang terlihat bahwa saat ini sedang terjadi pembentukan aktivitas baru dari matahari. Dalam dua minggu terakhir, kami telah melihat pertama kali lidah api yang besar dari sebuah siklus baru matahari,"ungkap Profesor Richard Harrison, kepala ruang fisika di Rutherford Appleton Laboratory di Oxfordshire.
Aktifitas matahari yang melontarkan miliaran ton partikel plasma berenergi tinggi dan radiasi gelombang elektromagnetik ini dikhawatirkan akan mengganggu sistem teknologi, telekomunikasi dan satelit internet.
Khususnya,mengganggu siaran langsung pertandingan Olimpiade di London pada tahun 2012 nanti.
"Aktivitas Matahari memiliki pengaruh kuat di Bumi. Dan dikhawatirkan badai matahari akan mempengaruhi transmisi satelit di bumi, khususnya siaran olimpiade yang akan digelar tahun 2012 nanti."tambahnya.
Pada tahun 1989, aktivitas maksimum dari matahari menyebabkan pemadaman listrik di seluruh AS dan Kanada. Satelit dan para astronot yang mengorbit diluar angkasa sangat rentan terhadap efek dari jilatan api matahari.
    National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika, dijadwalkan akan meluncurkan satelit untuk memantau aktivitas matahari yang disebut 'Solar Observatory Dynamics' yang akan mengambil gambar dari Matahari dengan kualitas 10 kali lebih baik dari teknologi sebelumnya.
Laboratorium Rutherford Appleton, telah diberikan dana oleh Dewan Yayasan Sains dan Teknologi untuk membantu membuat kamera canggih yang akan mengambil foto jilatan api matahari dan aktivitas� ledakan yang sedang terjadi di matahari.
Profesor Richard Holdaway, Direktur laboratorium ilmu pengetahuan luar angkasa mengatakan bahwa observatorium harus dapat memberikan peringatan dini dari sebuah ledakan matahari atau ledakan yang cukup besar yang dapat mempengaruhi komunikasi satelit di Bumi.
"Jika kita memiliki peringatan sebelumnya, kita akan mampu mengurangi kerusakan. Tidak mungkin untuk meramalkan dengan tepat kapan puncaknya pada aktivitas matahari akan terjadi dan seberapa besar kekuatannya." kata Profesor Holdaway.[lia/ted]
  Posting ini di kutip dari www.beritajatim.com yang bertuuan untuk berbagi beritya

 Salam sayang dan bakti untuk kedua orangtua di rumah Penggung, Nawangan, Pacitan