Radio Streaming Online

Edy suwarsito's. Powered by Blogger.

Ketika kebodohan menjadi panglima

  "Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu Islam itu dengan cara mencabutnya dari manusia. sebaliknya Allah mengambilnya dengan mengambil  (mewafatkan) para ulama, sehingga tidak tertinggal walau seorangpun. manusiapun mengangkat orang-orang bodoh menjadi pemimpin, sehingga menyebabkan apabila mereka di tanya , mereka memberi fatwa tanpa berdasarkan kepada ilmu pengetahuan. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan orang lain."   (HR. Bukhari dan muslim).
    Setiap hari Ahad pagi di salah satu stasiun televisi swasta di putar sebuah acara talkshow yang mengangkat masalah masalah tentang kehidupan rumah tangga muslim.  "Indahnya islam" itu menghadirkan seorang nara sumber yang tidak asing lagi bagi kalangan akademis muslim di tanah air. Dialah Prof.Dr.Musdah Mulia. 'Ustadzah" yang merupakan dosen pascasarjana Universitas Islam Negeri ( UIN ) jakarta kerap berbicara tentang keluarga muslim ideal yang ternyata dangat kental dengan nuansa pemikiran feminisme dan Liberalisme.

    ustdadz atau ustadzah dalam kultur masyarakat Arab sendiri mengacu kepada jabatan akademik setingkat profesor atau guru besar di sebuah perguruan tinggi dan bukan sebuah gelar yang berkaitan dengan keagamaan. Namun ketika istilah itu masuk ke indonesia, maka ada devisa makna yang menjadikanya sangat bernuansa agama. Dalam menili seorang tokoh, masyarakat kita kadang tidak mempunyai tolok ukur yang jelas dengan menyebut seseorang sebagai Ustadz atau Ustadzah. Asalkan seseorang bisa dengan fasih berbicara Islam lengkap dengan sederetan dalil dalilnya maka jadilah ia Ustadz atau Ustadzah. Padahal unntuk menjadi seorang "Ustadz" atau "Ustadzah" tidak cukup hanya bermodalkan ayat dan hadist saja. Seseorang guru agama adalah memiliki komitmen moral yang tinggi, aqidah yang lurus dan kuat , serta istiqomah menjunjung tinggi al-Qur'an dan as-sunnah.
    Tutur kata dan tindakanya menjadi teladan masyarakat karena merupakan pengejowantahan langsung dari nilai jilai akhlakul karimah yang di pelajarinya. Kembali ke "Indahnya islam"  maka nara sumber dalam acara tersebut adalah sosok yang penuh kontroversial karena dia memeiliki sedert "prestasi" cukup menghebohkan (bahkan mengkhawatirkan) kaum muslimin. Bersama timnya, dia pernah meluncurkan Counter Legal Draft ( CLD) Kompilasi Hukum Islam yang isinya sangat meresahkan umat Islam karena hukum di dalamnya hukum islam di putar balik dan di rubah rubah semuanya dengan berlandaskan penafsiran liar terhadap al-Qur'an dan as-sunnah. Dalam CLD-KHI itu di antaranya berisi pengharaman poligami, masa iddah bagi laki-laki, menghilangkan peran wali nikah bagi perempuan dan pernikahan beda agama. Semua itu dengan alasan kesetaraan gender dan menghilangkan "penindasan" patriaki, dominasi laki-laki atas perempuan. Atas "keberanianya" merubah hukum Islam menjadikanya menerima penghargaan "International Women  of Courage Award" (penghargaan untuk para wanita pemberani) dari pemerintah Amerika serikat pada tanggal 7 maret 2007 (ADA APA???)
   Tidk kalah menghebohkan, diapun di kenal sebagai orang yang mengkampanyekan pernikahan homo seksual (Lesbian/gay). Sebagai mana di paparkan cendekiawan muslim , Adian Husaini ( catatan akhir pekan ke 237www.hidayatullah.com, 7 juni 2008 berjudul Kampanye Lesbi profesor AKKBB), Dalm sebuah makalah ringkasanya yang berjudul "Islam Agama Rahmat bagi Alam Semesta", dosen pasca sarjana UIN jakarta ini menulis : "Menurut hemat saya, yang di larang dalam teks-teks suci tersebut lebih tertuju kepada perilaku seksualnya, bukan sebab orientasi seksualnya. Mengapa? sebab menjadi heteroseksual, homoseksual ( gay dan lesbi ), dan biseksual adalah kodrati, sesuatu yang "given" atau dalam bahasa fikih di  sebut sunnatullah. Sementara prilaku seksual bersifat kontruksi manusia ....... Jika hubungan sejenis atau homo, baik gay atau lesbi sungguh-sungguh menjamin pada pencapaian-pencapaian tujuan dasar tadi maka hubungan demikian dapat di terima."  (uraian lebih  lanjut  lihat majalah tabligh MTDK pp Mukhamadiyah, mei 2008).
    Masih menurut Dr. Adian Husaeni,  Musdah ternyata sudah lama memiliki pandangan keliru tentang perilaku homo seksual ini. Pemikiranya bisa dilihat dalam wawancara di  journal perempuan  (maret 2008)  yang menurunkn edisi khusus tentang seksualitas lesbian. Dari wawancaranya yang berjudul provokatif, Allah hanya melihat taqwa, Bukan Orientasi Seksual Manusia, dia mendapat   julukan "tokoh feminis muslimah yang progresif" . Kekeliruan pandangan tentang seksualitas berakar dari penafsirannya yang juga keliru terhadap ayat-ayattentang perkawinan dan juga ayat-ayat yang sangat jelas menceritakan kisah kaum Luth as. Musdah mengatakan,
 "Bahkan, menarik sekali mebaca ayat-ayat al-Qur'an soal hidup berpasangan ( Ar-rum, 21; Az-Zariyat 49 dan yassin 36) di sana tidak di jelaskan soal jenis kelamin biologis, yang ada hanyalah soal gender ( jenis kelamin sosial ) . Artinya , perpasangan  itu tidak harus dalam konteks hetero, melainkan bisa homo dan lesbian. Maha suci Allah yang menciptakan manusia dengan orientasi seksua lyang beragam."   Padahal , tentang tentang perilaku seksual menyimpang
( homoseksualitas ) Kaum nabi Luth as ., AllahSWT telah berfirman,
               "Dan ( kami juga telah mengutus ) Luth ( kepada kaumnya ). ( ingatlah ) tatkala dia berkata kepada kaumnya : " mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah di kerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan : "usirlah mereka dari kotamu ini, Sesungguhnya mereka adalah orang orang yang ber pura-puara    mensucikan diri. Kemudian kami selamatkan dia dan pengikut pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang -orang yang teryinggal ( di binasakan ). Dan kami turunkan kepada mereka hujan( batu );maka perhatikanlah kesudahan orang-orang yang berdosa itu".       (QS AL A'raf:80-84).
    Di dala surat Huud (11) ayat 82 juga di kisahkan tentang adzab yang Allah timpahkan kepada mereka, " maka tatkala datang azab kami , kami jadikan negeri kaum luth itu yang di atas atas ke bawah ( kami balikkan ) dan kami hujani mereka hujan (batu) dari tanah tanah yang terbakar dengan bertubi tubi".

Kebejatan perilaku kaum Luth Ini juga di tegaskan oleh Rasulullah saw :"Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah pebuatan kaum Luth".(HR at-tirmidzi, al-Hakim, Ibn Majah). Berdasarkan ayat dakhadist di atas dalil-dalinya , maka kedudukan masalah homoseksualitas dalam islam sudah final dan selama inipun tidak ada ulama yang mepersoalkanya lagi hingga tiba tiba seorang musdah memberikan penafsiran aneh dengan "ijtihadnya" yang tidak berdasarkan pada ijtihad standar yang sudah di sepakati oleh para ulama.  Bahkan di akhir wawancaranya dalam jurnal tersebut, Musdah menyatakan keyakinannya sebagai berikut : 
" Islam mengajarkan bahwa seorang lesbian sebagaimana manusia lainya sangat berpotensi menjadi orang yang salah atau taqwa selama dia menjujnjung tingggi nilai nilai agama , yaitu tidak menduakan tuha (syirik), meyakini kerasulan mukhamad saw serta menjalankan ibadah yang di  perintahkan. Dan tidak menyakiti pasanganya dan bernuat bak kpada sesama manisa, baik kepada sesama makhluk dan peduli kepada lngkungannya. Seseorang lesbian yang bertaqwa akan mulia di sisi Allah, saya yakin ini."

      Maka, tidak berlebihan jika sekarang kita menemukan di situs jejaring sosial facebook muncul sebuag gerakan untuk  menuntut kepada stasiun televisi swasta yang menampilkan sosok Mudah sebagai nara sumber untuk menggantinya dengan nara sumber lain yang lebih jelas pemahamannya tentang agama dan lebih lurus aqidah dan akhlaknya sehingga tidak menyesatkan umat Islam.      Wallahu a'lam.
   Di kutip dari :Buletin dakwah AL-IHSAN  Pusat kajian Islam  ( pkii@indo.net.id)

 

  "Salam sayang dan bakti saya untuk kedua orang tua di rumah,, Penggung Nawangan Pacitan"